Go to the page content
Obesitas

Berat 70 Kg Apakah Obesitas? Begini Cara Mengetahuinya

Anda mungkin bertanya-tanya apakah berat badan saat ini masuk dalam kategori kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. Sebab, mengetahui berat badan saja tidak cukup untuk menilai apakah obesitas atau tidak. Biasanya, seseorang dengan berat badan 70 kg mulai khawatir apakah berat 70 kg termasuk obesitas atau tidak.

Untuk mengetahuinya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI). Dengan IMT, seseorang bisa menilai status berat badannya apakah dalam kategori yang normal, berlebih, atau bahkan sudah masuk dalam kategori obesitas. Untuk menjawabnya, simak uraian selengkapnya di bawah ini.

4 menit. membaca
Begini Cara Mengetahuinya

Foto ini adalah model.

Apakah berat 70 kg termasuk obesitas?

Seseorang tidak bisa langsung mendapatkan jawaban apakah berat 70 kg termasuk obesitas atau tidak. Sebab untuk menilai apakah berat 70 kg termasuk obesitas atau tidak, diperlukan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengukuran lainnya.

Cara menentukan obesitas dengan Indeks Massa Tubuh (IMT)

IMT atau BMI adalah cara sederhana untuk memeriksa lemak dalam tubuh. Cara ini juga dapat mengetahui apakah berat badan yang saat ini Anda miliki termasuk aman untuk tinggi badan Anda.3

Rumus IMT

Melansir National Health Service (NHS), perhitungan IMT pun cukup mudah, yakni dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter.2 Rumus IMT adalah IMT=kg/m². Misalnya jika berat badan Anda 70 kg dengan tinggi badan 1,75 meter, maka IMT Anda adalah 22,86. Dengan rumus IMT tersebut, Anda bisa memahami status berat badan masing-masing IMT menurut standar kesehatan Kementerian Kesehatan Indonesia juga sudah menetapkan lima kategori utama IMT, yakni underweight atau berat badan kurang, normal weight atau berat badan normal, overweight atau berat badan berlebih, obesity I atau obesitas I, dan obesity II atau obesitas II.5 Masing-masing kategori tersebut memiliki risiko kesehatan yang berbeda pula.

 

  • Berat badan kurang (Underweight): IMT kurang dari 18.5
  • Berat badan normal (Normal weight): IMT antara 18.5 sampai 22.9
  • Berat badan berlebih (Overweight): IMT antara 23 sampai 24.9
  • Obesitas I (Obesity I): IMT antara 25 sampai 29.9
  • Obesitas II (Obesity II) : IMT 30 atau lebih

Kekurangan perhitungan IMT

IMT memang sudah memberikan perkiraan total lemak tubuh setiap orang, tetapi tidak selalu tepat.1 Ada beberapa yang perlu dipertimbangkan, seperti pengukuran untuk binaragawan yang berotot dan orang yang telah lanjut usia. Maka dari itu, pengukuran IMT perlu dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan dengan faktor lainnya.1 Faktor tersebut antara lain adalah ketebalan lipatan kulit (ukuran lemak tubuh), ukuran pinggang, evaluasi pola makan, masalah kesehatan keluarga, dan faktor lainnya.

Standar kategori berat badan di Indonesia

Latar belakang etnis seseorang juga memengaruhi kategori IMT. Hal tersebut karena orang dengan latar belakang Asia, Afrika, sampai Timur Tengah memiliki peluang lebih tinggi mendapatkan masalah kesehatan meski kadar IMT-nya rendah. Melansir Kemenkes, status gizi berdasarkan IMT adalah sebagai berikut:5

IMTKategoriRisiko Komorbid
< 18.5Underweight atau berat badan kurangRendah,meningkatkan risiko penyakit lain
18,5— 22,9NormalRata-rata
23—24,9Overweight atau berat badan lebihMeningkat
25—29,9Obesitas ISedang
≥30Obesitas IIBerat

Arti hasil dari IMT

Setelah mengetahui standar kategori berat badan, Anda tentu perlu tahu apa saja risiko kelebihan berat badan. Seseorang dengan IMT yang lebih tinggi akan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jangka panjang, seperti diabetes tipe 2 dan jantung.3 Namun, perhitungan IMT tersebut hanyalah salah satu indikator saja.

Itu karena IMT tidak bisa membedakan antara otot dan lemak. Jika Anda memiliki banyak otot misalnya, maka Anda mungkin akan digolongkan memiliki kelebihan berat badan meski kadar lemak tubuh yang rendah. Oleh karena itu, perlu indikator lain, seperti lingkar pinggang, untuk mendukung hasilnya.

Tips menjaga berat badan ideal

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah obesitas dan menurunkan berat badan secara sehat menurut Kemenkes.4

1.     Diet menggunakan makanan rendah kalori maupun tinggi serat.

2.     Melakukan aktivitas olahraga teratur, setidaknya 3x seminggu selama minimal 20 menit.

3.     Sadar dalam memilih makanan selingan yang sehat, rendah gula, kalori, dan garam.

4.     Perhatikan apakah Anda benar-benar lapar atau sebenarnya hanya haus dengan minum 1-2 gelas saat merasa lapar.

5.     Makan perlahan dengan gigitan kecil dan kunyah dengan baik.

6.     Memilih masakan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang tanpa minyak alih-alih digoreng

Demikian jawaban berat 70 kg apakah obesitas atau tidak dan pengukurannya. Meski pengukuran dengan IMT ini memiliki keterbatasan, tetapi Anda bisa mendapatkan perkiraan kondisi tubuh masing-masing. Anda dapat mencari bantuan dokter untuk mendapatkan penurunan berat badan yang berkualitas di www.NovoCare.id atau cari dokter terdekat untuk solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Referensi:

  1. American  Cancer  Society.  2025.  Find  Your  Body  Mass  Index  (BMI).  Available  at https://www.cancer.org/cancer/risk-prevention/diet-physical-activity/body-weight-and-cancer-risk/body-mass-index-bmi-calculator.html.
  2. National Health Service (NHS). 2026. Calculate your body mass index (BMI) for adults. Available at https://www.nhs.uk/health-assessment-tools/calculate-your-body-mass-index/calculate-bmi-for-adults.
  3. Tatlıpınar Ş. 2026. How to Know if Your Overweight: Best, Simple Test. Liv Hospital. Available at https://int.livhospital.com/how-to-know-if-your-overweight-test/.
  4. Hanifah RP. 2022. Pentingnya Cegah Obesitas dan Hipertensi untuk Kinerja Optimal. Kemenkes. Available at https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/814/pentingnya-cegah-obesitas-dan-hipertensi-untuk-kinerja-optimal.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2025. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa. Available at https://kemkes.go.id/id/pnpk-tata-laksana-obesitas-dewasa.
Apakah ini berharga bagi Anda?

Artikel terkait

ID26OB00199 | Jul 2026