Go to the page content
Deteksi dini Self-Assessment

Cara Mengecek Apakah Obesitas atau Tidak, Anda Ideal?

Obesitas sering kali tidak disadari sejak awal. Banyak orang merasa dirinya sehat karena tidak mengalami keluhan berarti, padahal berat badan sudah berada di atas batas normal. Kondisi ini penting dikenali sejak dini karena obesitas dapat memicu berbagai risiko penyakit serius.

Bagaimana cara mengetahui apakah kita termasuk obesitas atau tidak? Berikut beberapa metode yang umum digunakan, mulai dari perhitungan sederhana hingga pemeriksaan medis.

4 menit. membaca
Apakah Obesitas atau Tidak

foto ini adalah model.

1. Hitung Indeks Massa Tubuh (IMT)

Salah satu cara paling umum untuk mengecek kemungkinan seseorang obesitas atau tidak adalah dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT). Metode ini membandingkan berat badan dengan tinggi badan guna menentukan apakah seseorang berada dalam kategori ideal, kelebihan berat badan, atau obesitas.

Perhitungan IMT menggunakan rumus berikut:

berat badan (kg) / (tinggi badan (m))²

Sebagai acuan, kategori IMT untuk orang dewasa umumnya adalah: 6

  • Berat badan kurang (Underweight): IMT kurang dari 18.5
  • Berat badan normal (Normal weight): IMT antara 18.5 sampai 22.9
  • Berat badan berlebih (Overweight): IMT antara 23 sampai 24.9
  • Obesitas I (Obesity I): IMT antara 25 sampai 29.9
  • Obesitas II (Obesity II) : IMT 30 atau lebih

Namun, perlu dipahami bahwa perhitungan dengan IMT ini tidak selalu menggambarkan kondisi tubuh secara menyeluruh. Misalnya, seseorang dengan massa otot tinggi bisa memiliki IMT tinggi tanpa lemak berlebih. Karena itu, metode ini sebaiknya dikombinasikan dengan pemeriksaan lainnya.¹


2. Ukur lingkar perut dan rasio pinggang-pinggul

Selain perhitungan menggunakan rumus IMT, pengukuran lingkar perut juga penting untuk menilai risiko obesitas. Khususnya, yang berkaitan dengan lemak viseral atau lemak di sekitar organ dalam.

Adapun batas lingkar perut yang perlu diwaspadai adalah:

  • Pria: lebih dari 90 cm
  • Wanita: lebih dari 80 cm

Menambahkan dari laman IDN Times, National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) dan American Heart Institute (AHI) menjelaskan bahwa ukuran lingkar perut normal maksimal 88,9 sentimeter untuk wanita dan 101,6 sentimeter pada pria.3 Kendati demikian, International Diabetes Federation (IDF) punya standar yang sedikit lebih ketat, yaitu maksimal 80 sentimeter untuk wanita dan 90,2 sentimeter buat pria. Hal lain yang perlu digaris bawah, semakin besar lingkar perut, umumnya makin tinggi risiko gangguan metabolik seperti diabetes dan penyakit jantung.2,3

Selain perhitungan di atas, Anda pun dapat mengukur rasio pinggang-pinggul (waist-to-hip ratio). Caranya dengan membagi ukuran lingkar pinggang dengan lingkar pinggul.

Nilai rasio yang tinggi menunjukkan penumpukan lemak di area perut. Artinya, lebih berisiko dibandingkan lemak di bagian tubuh lain. Metode ini membantu memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan IMT saja, terutama dalam menilai distribusi lemak tubuh.


3. Diagnosa obesitas oleh medis

Untuk hasil akurat, diagnosis obesitas sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis. Dokter tidak hanya mengandalkan IMT, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti riwayat kesehatan, gaya hidup, serta kondisi metabolik. Pemeriksaan medis biasanya meliputi: 4

  • Evaluasi pola makan dan aktivitas fisik
  • Pengecekan riwayat kesehatan, termasuk obat-obatan yang dikonsumsi dan tingkat stres
  • Pemeriksaan fisik umum, mengukur tinggi badan Anda hingga tanda vital seperti jantung maupun paru-paru.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya, misalnya tekanan darah, diabetes, hingga kolesterol.

Dengan pendekatan ini, dokter dapat menentukan apakah seseorang benar-benar mengalami obesitas sehingga bisa merancang penanganan yang sesuai. Diagnosis medis juga penting untuk mendeteksi obesitas sejak dini, bahkan pada orang yang terlihat “normal” tetapi memiliki kadar lemak tubuh tinggi.

Masalah kesehatan yang terkait dengan berat badan

Obesitas bukan sekadar masalah berat badan, tetapi juga berkaitan erat dengan berbagai penyakit kronis. Semakin tinggi berat badan, makin besar pula risiko gangguan kesehatan yang dapat muncul. Berikut beberapa masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan obesitas: ⁵

  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan pernapasan seperti sleep apnea
  • Masalah sendi
  • Asma
  • Kanker payudara
  • Perlemakan hati
  • Penyakit kandung empedu
  • Stroke
  • Asam urat

Selain itu, obesitas juga dapat memengaruhi kualitas hidup Anda. Anda mungkin saja merasa mudah lelah, mengalami gangguan tidur, hingga menurunnya kepercayaan diri. Jadi, penting untuk tidak hanya fokus pada angka timbangan, tetapi juga memahami dampak kesehatan secara keseluruhan. Pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama dalam mencegah serta mengelola obesitas.

Cara mengecek apakah kita obesitas bisa dilakukan melalui beberapa metode, seperti menghitung IMT, mengukur lingkar perut, hingga pemeriksaan medis. Menggabungkan beberapa cara ini dapat memberikan gambaran akurat mengenai kondisi tubuh Anda.

Anda dapat mencari bantuan dokter untuk mendapatkan penurunan berat badan yang berkualitas di www.NovoCare.id atau cari dokter terdekat untuk solusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Referensi:

  1. Redaksi Halodoc (2026, Februari 16).Indeks Massa Tubuh: Arti, Cara Hitung, dan Kategori”. Halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/indeks-massa-tubuh-arti-cara-hitung-dan-kategori?srsltid=Afm-BOoqbHejx25Fi8Jt5CUuzcD0AuUm8tVFkeGK7I7XoGVDeFAI1dmlF
  2. Kemenkes RI (2024, 14 Juli). Menkes Budi: Kalau Ingin Berumur Panjang Harus Rutin Cek Kesehatan. https://kemkes.go.id/id/menkes-budi-kalau-ingin-beru-mur-panjang-harus-rutin-cek-kesehatan
  3. Fadila Rosyada Hariri (2026, 12 Januari). Tabel Lingkar Perut Normal Sesuai Umur, Cek Milikmu!. IDN Times. https://www.idntimes.com/health/fitness/tabel-lingkar-perut-normal-q9t01-00-s66xw-zfp840
  4. Obesity. Mayo Clinic. Available at https://www.mayoclinic.org/diseases-condi-tions/obesity/diagnosis-treatment/drc-20375749. Last access 13 April 2026.
  5. Kemenkes RI. Dampak Obesitas yang Harus Diwasapadai. Available at https://upk.kemkes.go.id/new/dampak-obesitas-yang-harus-diwasapadai. Last access 13 April 2026.
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2025. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Obesitas Dewasa. Available at https://kemkes.go.id/id/pnpk-tata-laksana-obesitas-dewasa.
Apakah ini berharga bagi Anda?

Artikel terkait

ID26OB00199 | Jul 2026